Buni Yani: Tak Ada Orang yang Benci Ahok Didasarkan pada “Postingan” Saya

qqkartu website situs bandar ceme terpercaya

Bandar Ceme – Terdakwa pelanggaran UU ITE Buni Yani menyebut jika unggahan Facebook-nya yang berisi penggalan pidato mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pulau Seribu bukan tak menjadi bahan pemicu masyarakat melakukan aksi demonstrasi terhadap Ahok.

“Tidak ada orang yang benci kepada Ahok didasarkan pada postingan saya. Justru jauh sebelum itu sudah banyak aksi-aksi orang yang sudah membenci Ahok. Satu karena dia menggusur, kedua karena mulutnya yang kotor, ketiga karena kebijakan macam-macam itu,” tutur Buni Yani usai menjalani sidang kesepuluh di di gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Bandung, Jalan Seram, Kota Bandung, Selasa (21/8/2017).

“Jadi ketika saya posting pada tanggal 6 Oktober 2016 umumnya sudah banyak orang yang benci dengan berbagai macam alasan,” tambahnya.

Menyikapi pernyataan ketiga saksi yang dihadirkan pihaknya, dia berharap hal tersebut dapat meringankan dakwaan. Menurut Buni, dari keterangan saksi tidak ada bukti kuat yang menunjukkan adanya unsur ujaran kebencian dalam unggahannya.

“Mudah-mudahan meringankan. Ini semakin memperlihatkan tuduhan-tuduhan jaksa ini tidak berdasar, sangat tidak ada dasarnya. Bahwa soal pasal 32 saya tidak terbukti di dalam penggalian fakta melalui kesaksian. Apalagi pasal 28 ayat 2 ini lebih-lebih lagi,” katanya.

“Jadi kalau Jaksa menuduh saya gara-gara itu, itu tuduhan yang sangat tidak berdasar sangat tidak adil,” tambah dia.

Jaksa Diuntungkan dengan Hadirnya 3 Saksi yang Meringankan Buni Yani

qqkartu website situs bandar ceme terpercaya

Bandar Ceme – Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara dugaan pelanggaran UU ITE dengan terdakwa Buni Yani menilai, kehadiran tiga saksi yang meringankan Buni Yani justru dianggap menguntungkan.

Seperti diketahui, dalam agenda sidang kesepuluh, pihak Buni Yani menghadirkan tiga saksi meringankan antara lain Pedri Kasman, Habib Novel Bamukmin, dan Ahmad Dhani.

“Kalau menurut saya (kesaksian) Pedri, Novel dan Ahmad Dhani, menguntungkan bagi JPU,” ujar Ketua Tim JPU Andi M Taufik di gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Bandung, Jalan Seram, Kota Bandung, Selasa (21/8/2017).

Andi menyebut, ada tiga hal penting yang dianggap menguntungkan JPU. Pertama, kata Andi, Buni Yani telah menghilangkan kata “pakai” dalam keterangan unggahan pidato Ahok di akun Facebook pribadinya. Hal itu sesuai dengan keterangan Pedri Kasman.

“Pertama dari Pedri mengatakan caption itu, ada kata menghilangkan kata ‘pakai’ dan tidak ada dalam pidato Ahok,” ungkap Andi.

Kedua, lanjut Andi, ada pernyataan Habib Novel yang menyebut telah beredar video pidato Ahok berdurasi lebih singkat.

“Kedua untuk Habib, mengakui ada video yang sudah 29 detik yang tanggal 6 Oktober, itu cocok dengan saksi lainnya yang dikaitkan dengan saksi fakta yang kita hadirkan. Bisa jadi petunjuk bahwa yang melakukan adalah terdakwa,” tuturnya.

“Yang ketiga Ahmad Dhani, sangat bagus karena ada video unggahan, video viral itu yang sudah dipotong yang dibuat oleh terdakwa. Cuma tidak tahu kapan, tapi (unggahan video) dari terdakwa,” tambahnya.

Mau Mencari Uang Sampingan? Mudah, Dan Engga Ribet? yuk bergabung segera peluang usaha online tanpa modal dari QQKARTU.

Bandar Ceme | Agen Poker  | QQKARTU

Tips Mencari atau Mendapatkan referral dari qqkartu

  • Anda bisa Sebarkan link referral anda melalui Facebook, Twitter, Instagram, Forum, Email, dan media sosial lainya.

Tips Cara Melihat Komisi Referral dan Melihat Total Referral Anda.

  • Login ke dalam qqkartu
  • Pilih bagian Menu ” Referral ” untuk melihat total ” Referral ” anda.
  • Pilih bagian Menu ” Komisi ” untuk melihat total ” Komisi ” anda.
  • Cara Penarikan uang komisi referral hanya bisa dapat di lakukan setiap hari kamis.
  • Bandar Ceme

168 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *