Miryam Jadi Kurir Uang Korupsi E-KTP Untuk Anggota DPR

DamaiQQ | DominoQQ | BandarQ | Domino 99 | Domino Qiu Qiu | Qiu Qiu

Dominoqq – Peran Mantan Anggota KOmisi II DPR, Miryam S Haryani, Dalam Pusaran Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Kartu Tanda Penduduk Berbasis Elektronik atau juga di sebut e-KTP, Terungkap dalam surat tuntutan yang dibacakan jaksa komisi pemberantasan Korupsi KPK, di Pengadilan Tipikor, di Jakarta, Hari Kamis Tanggal 22-6-2017.

Tuntutan yang dibacakan jaksa itu untuk dua terdakwa dalam kasus ini, yaitu dua mantan pejabat Kementrian Dalam Negri, Irman dan Sugiharto, Keduanya dihukum 7 tahun dan 5 tahun penjara.

Surat tuntutan Jaksa KPK dalam kasus e-KTP mengungkap jelas bahwa Miryam adalah kurir suap untuk puluhan para anggota DPR. Keterangan itu bersumber dari Miryam yang dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan BAP. Menurut Jaksa, untuk kepentingan pembahasan anggaran e-KTP, anggota DPR meminta para terdakwa, Irman dan Sugiharto, untuk meminta uang dari para pengusaha yang akan melaksanakan pekerjaan proyek E-KTP. Pengusaha yang dimaksud yakni Andi Agustinus Alias Andi Narogong.

Setelah menerima uang dari pengusaha, Irman kemudian meminta Sugiarto untuk menyerahkan uang sejumlah 1,2 Juta Dollar AS kepada Miryam S Haryani. Selanjutnya, Miryam membagikan uang tersebut kepada puluhan Anggota DPR.

Kata Jaksa KPK di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis Tanggal 22-6-2017 ” Bahwa sejak 2011, sebagian uang yang diberikan kepada Miryam dibagikan kepada seluruh anggota Komisi II DPR, Yaitu dalam dua kali pembagian ”.

Pembagian pertama diberikan kepada empat orang pimpinan Komisi II DPR RI yang terdiri dari Chaeruman Harahap, Ganjar Pranowo, Teguh Juwarno, dan Taufik Effendi, Masing – Masing Sejumlah 3.000 Dollar AS. Kemudian, kepada sembilan orang ketua kelompok Fraksi KOmisi II DPR RI masing – masing berjumlah 1.500 Dollar AS, Termasuk kapoksi yang merangkap sebagai pimpinan komisi.

Selanjutnya, 50 Anggota Komisi II DPR RI Masing – Masing sejumlah 1.500 Dollar AS, Termasuk pimpinan komisi dan kapoksi. Ada pun pembagian uang tersebut kepada setiap anggota komisi II DPR RI dengan cara dibagikan melalui Kapoksi atau yang mewakilinya, yaitu, diberikan kepada Agustina Basik atau anggota Fraksi Partai Golkar.

Kemudian, Diberikan kepada Yasonna Laoly atau Arief Wibowo untuk Anggota Fraksi PDI-P yang diberikan langsung di ruangan kerjanya, Lanjut, diBerikan kepada Khotibul Umam Wiranu untuk anggota Fraksi Demokrat yang diberikan langsung kepadanya di ruangan kerjanya.

Selanjutnya, Diberikan kepada Teguh Juwarno Dari Fraksi Pan yang diberikan kepada yang bersangkutan di ruangan kerjanya. berikut inilah daftar nama dan fraksi2 yang terima uang korupsi

  • Rindoko Dari Fraksi Gerinda
  • Nu’man Abdul Hakim dari Fraksi PPP
  • Abdul Malik Haramaen dari Fraksi PKB
  • Jamal Azis atau Akbar Faisal dari Fraksi Hanura
  • Jazuli dari Fraksi PKS

Pembagian kedua

Dominoqq – diberikan kepada empat orang pimpinan Komisi II DPR RI yang terdiri dari Chaeruman Harahap, Ganjar Pranowo, Teguh Juwarno, dan Taufik Effendi, masing – masing sejumlah 3.000 Dollar AS. kemudian, kepada sembilan orang ketua kelompok Fraksi Komisi II DPRI RI masing – Masing sejumlahg 2.500 Dollar AS, termasuk kapoksi yang merangkap sebagai pimpinan komisi.

Selanjutnya, 50 Anggota Komisi II DPR RI Masing – Masing – Masing sejumlah 2.500 Dollar AS, termasuk pimpinann komisi dan kapoksi. Pada Tahap kedua, pembagian dilakukan melalui Kapoksi atau perwakilan yang sama dengan pembagian tahap pertama, akan tetapi, pada tahap kedua, Fraksi golkar diwakili oleh Agun Gunandjar Sudarsa atau Markus Nari, Setelah Mendistribusikan uang – uang tersebut kepada seluruh anggota Komisi II DPR, Miryam juga mendapatkan uang di luar jatahnya, yaitu dari Markus Nari yang sebesar 5.000 Dollar AS

Informasi ini di persembahkan oleh Dominoqq

722 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *